Pondok Pesantren Yanbu’ul Hikmah Langkap Barat, Burneh, Bangkalan terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan sehat jasmani. Salah satu program unggulan yang rutin dilaksanakan adalah latihan Pencak Silat setiap hari Ahad pagi, yang bertujuan mengembangkan kemampuan fisik sekaligus karakter santri.

1. Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan

Setiap hari Ahad, tepat pukul 06.00 WIB, seluruh santriwan dan santriwati berkumpul di halaman pondok atau lapangan yang telah ditentukan. Di bawah suasana pagi yang sejuk, latihan dimulai dengan penuh kedisiplinan dan antusias.
Latihan ini dipimpin langsung oleh dua pelatih utama, yaitu Ustad Zainal Abidin dan Ustad Sahril Anam, yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam dalam dunia Pencak Silat.

Keduanya dengan sabar membimbing santri mulai dari pemanasan, teknik dasar, hingga gerakan lanjutan. Kehadiran beliau berdua membuat suasana latihan lebih terarah, tertib, dan penuh motivasi.

2. Melatih Kebugaran dan Kelincahan Fisik

Pencak Silat yang dipraktikkan setiap Ahad memberikan manfaat besar bagi perkembangan fisik santri. Gerakan langkah, tangkisan, pukulan, tendangan, hingga latihan keseimbangan membuat tubuh semakin kuat, lentur, dan bertenaga.
Latihan ini sangat membantu santri menjaga kebugaran tubuh di tengah padatnya kegiatan belajar dan ibadah sehari-hari.

Dengan arahan Ustad Zainal Abidin dan Ustad Sahril Anam, santri mendapatkan latihan yang aman, terstruktur, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

3. Pembinaan Mental, Disiplin, dan Keberanian

Pencak Silat bukan hanya mengasah fisik, tetapi juga membentuk mental ksatria. Melalui latihan yang tegas namun mendidik, para pelatih menanamkan nilai-nilai kedisiplinan seperti ketepatan waktu, kepatuhan terhadap instruksi, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Santri dilatih untuk berani, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan tanpa rasa ragu. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk kepribadian kuat yang selaras dengan kehidupan seorang santri.

4. Menanamkan Akhlak dan Etika Bela Diri

PP Yanbu’ul Hikmah memberikan penekanan khusus bahwa ilmu bela diri harus dijaga dengan penuh amanah. Ustad Zainal Abidin dan Ustad Sahril Anam selalu mengingatkan bahwa kemampuan silat tidak boleh digunakan untuk menyombongkan diri atau menyakiti sesama.

Santri dididik menjadi pribadi yang kuat namun rendah hati, berani namun sopan, serta bijaksana dalam menggunakan ilmu yang dimilikinya. Inilah nilai akhlak kesatria yang ingin ditanamkan pondok melalui latihan rutin ini.

5. Mempererat Kebersamaan dan Kekompakan Santri

Suasana latihan Ahad pagi selalu menjadi momen penuh kebersamaan. Santri saling mendukung, berlatih berpasangan, dan belajar bekerja sama dalam setiap teknik.
Latihan ini tidak hanya membangun fisik dan keahlian bela diri, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara santri. Mereka belajar memahami karakter satu sama lain dan saling menghargai, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan kompak.

6. Wadah Pengembangan Bakat dan Prestasi

Dengan bimbingan Ustad Zainal Abidin dan Ustad Sahril Anam, pondok semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi santri yang berbakat dalam seni bela diri. Banyak santri yang menunjukkan kemampuan luar biasa dan siap diarahkan ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi.

PP Yanbu’ul Hikmah berharap kegiatan ini terus melahirkan santri-santri berprestasi yang dapat membawa nama baik pesantren dalam ajang pencak silat di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.


Penutup

Latihan Pencak Silat setiap hari Ahad di PP Yanbu’ul Hikmah, dengan pembinaan langsung dari Ustad Zainal Abidin dan Ustad Sahril Anam, merupakan langkah nyata pondok dalam membangun santri yang sehat jasmani, kuat mental, berdisiplin, dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan rutin ini, pondok berharap seluruh santri tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berjiwa besar, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan ilmu dan akhlak yang seimbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here