Langkap Barat, Burneh, Bangkalan — Suasana malam di Pondok Pesantren Yanbu’ul Hikmah terasa berbeda pada Selasa malam Rabu, 2 Desember 2025. Seluruh area pesantren dipenuhi ketenangan dan semangat spiritual para santri yang bersiap mengikuti kegiatan rutin bulanan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, sebuah tradisi yang terus dijaga sebagai bagian dari pembinaan ruhani di pesantren.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati PP. Yanbu’ul Hikmah Langkap Barat Burneh Bangkalan, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga santri Madrasah Diniyah. Mereka berkumpul dengan penuh disiplin di aula utama pesantren setelah salat Isya berkumandang.

Pembacaan Manaqib Dipimpin Tiga Ustadz

Pada kesempatan bulan ini, pembacaan Manaqib dipimpin oleh tiga ustadz, yakni:

  1. Ustad Abdul Mannan Ahmad
  2. Ustad Ahmad Cholili
  3. Ustad Ahmad Yulianto

Ketiga ustadz bergantian memimpin lantunan doa, shalawat, dan teks Manaqib dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan. Irama bacaan yang teratur membuat suasana majelis terasa damai. Para santri mengikuti dengan seksama, membacakan setiap bagian dengan tertib, sehingga keseluruhan acara berjalan serempak dan penuh ketenangan.

Lantunan Manaqib yang menceritakan keteladanan, kesalehan, dan karomah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani memberikan inspirasi bagi para santri untuk memperkuat niat menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta meneladani sifat-sifat para ulama.

Kekompakan Santri Membuat Acara Semakin Hidup

Begitu acara berlangsung, terlihat jelas kekompakan seluruh santriwan dan santriwati. Mulai dari penataan tempat duduk, pembagian kitab manaqib, hingga kekhidmatan suasana selama berlangsungnya kegiatan. Semua santri tampak menjaga adab majelis, mengikuti arahan ustadz, dan bersama-sama membaca setiap bagian dengan penuh hormat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen mempererat persaudaraan di antara para santri. Meskipun berasal dari latar pendidikan dan daerah yang berbeda, mereka menyatu dalam semangat dzikir dan kecintaan kepada para wali Allah.

Doa Penutup dan Pembagian Air Barokah Manaqib

Menjelang akhir acara, pembacaan Manaqib ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ustadz. Seluruh santri mengangkat tangan, memanjatkan harapan agar memperoleh keberkahan ilmu, kelapangan hati, serta kekuatan untuk menjalani aktivitas sehari-hari di pesantren.

Setelah doa penutup, para pengurus membagikan air barokah Manaqib kepada seluruh peserta. Air tersebut menjadi simbol harapan dan doa agar keberkahan dari majelis dzikir tersebut terus menyertai santri dalam menuntut ilmu dan beribadah.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Pembacaan Manaqib di PP Yanbu’ul Hikmah bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari proses pembinaan spiritual yang sudah berjalan sejak pesantren berdiri. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan santri kepada ulama salaf, membentuk karakter yang lembut, serta menanamkan nilai kerendahan hati dan keteguhan iman.

Dengan terselenggaranya kegiatan bulanan ini, keluarga besar PP Yanbu’ul Hikmah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi keagamaan yang sarat manfaat, sekaligus memperkuat identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi adab, ilmu, dan spiritualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here